Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar wiring diagram DOL sederhana untuk pemula

Wiring diagram untuk starter DOL sebenarnya sederhana. Rangkaian nya pun sebenarnya begitu-begitu saja dari dulu, tidak banyak perbedaan. Jika pun berbeda, biasanya hanya pengembangan dari komponen-komponen yang digunakan seperti pada artikel sebelumnya.

Baca juga : Cara membaca wiring diagram untuk start sop lokal/remote

Pada artikel tersebut, prinsip kerja rangkaian nya sama, hanya terlihat sulit karena dikembangkan untuk kebutuhan safety dan sistem otomatisasi. Rangkaiannya jadi terlihat rumit, yang mana ujung-ujungnya cuma buat gerakin kontaktor. Selebihnya sama saja.

Baca juga : Rangkaian star delta, prinsip kerja dan kenapa bisa mengurangi arus starting?

Kali ini kita akan belajar rangkaian DOL yang lebih sederhana. Saya kasih contoh 2 wiring diagram sebagaimana gambar berikut.

Belajar wiring diagram DOL sederhana untuk pemula

Belajar wiring diagram DOL sederhana untuk pemula
Gambar 1 : DOL 1

Gambar 2 : DOL 2

Kalau kita perhatikan ke 2 rangkaian di atas, terlihat seperti berbeda bukan? Padahal tidak. Gambar 1 dan 2 sebenanrnya sama. Yang bebrbeda hanya layout dan posisi wiringnya. 

Secara umum, wiring kontrol untuk starter DOL terdiri dari komponen-komponen berikut.

  1. Magnetic contactor
  2. Overload relay
  3. Push button Start dan Stop (NO dan NC)
  4. Kabel-kabel kontrol
  5. Lampu-lampu Indicator Start, stop dan trip
Baiklah, kita akan bahas prinsip kerja dari rangkaian yang sederhana yakni Gambar 2.

Pada gambar tersebut, sumber untuk motor 3 phase berasa dari TP MCCB dengan kode RYB (Red, Yellow, Blue) Merah, kuning, biru. Biasanya kita menyebut nya dengan istilah phase R, S dan T.

Baca juga : Apa itu TOR (thermal overload relay) dan bagaimana cara kerjanya?

Sebelum masuk ke motor 3 phase, arus terlebih dahulu melewati kontaktor K1 dan OLR (Over load relay). Inilah yang kemudian kita sebut dengan Rangkaian Daya.

Belajar wiring diagram DOL sederhana untuk pemula
Rangkaian Daya
Sekarang perhatikan gambar berikut ini.

Belajar wiring diagram DOL sederhana untuk pemula
Rangkaian kontrol

Penjelasan Line no 1

Kita lihat bahwa arus yang masuk ke rangkaian kontrol ini berasal dari phase R (Red/Merah), yang kemudian masuk ke switch MCB. Dari MCB, arus kemudian diparalel menuju OLR NC, K1 NO dan OLR NO. Kenapa begitu? Kita bahas satu per satu.

  • OLR NC maksudnya adalah kontak NC pada komponen OLR (Over load relay). Biasanya dipasang setelah kontaktor utama. Rangkaian kontrol dimulai dari OLR NC bertujuan agar ketika terjadi Over Load, maka rangkaian akan trip, sehingga motor listrik aman dari kemungkinan terbakar.
  • Setelah dari OLR NC, arus kemudian masuk ke tombol STOP PB. Kontak pada tombol STOP PB adalah NC (Normally Close). Agar ketika tombol ini ditekan, maka ia akan berubah posisi menjadi Open, sehingga rangkaian akan stop.
  • Setelah dari tombol STOP PB, arus kemudian masuk ke tombol START PB. Arus masuk ke kontak START PB bertujuan untuk mengalirkan arus ke komponen berikutnya karena dalam kondisi OFF, arus terhenti di sini. Tombol START PB harus selalu NO (Normally Open), karena akan berfungsi sebagai impulse start. 
  • Selaian melewati START PB, arus juga akan melewati K1 NO. Nantinya ini akan berfungsi sebagai kontak holding (penahan) ketika tombol START PB di on kan.
  • Setelah melewati tombol START PB, arus kemudian mengakir ke koil kontaktor K1 A1, dan netral melalui A2, sehingga membuat kontaktor K1 hidup dan mengalirkan daya ke Motor listrik.

Penjelasan Line no 2

Arus yang keluar dari MCB juga masuk ke K1 NO, kemudian masuk ke RUN INDICATOR ON. Rangkaian line 2 ini berfungsi untuk menyalakan lampu indikator. Ketika kontaktor ON, maka lampu indikator akan on.

Penjelasan Line no 3

Arus yang keluar dari MCB juga diparalel menuju OLR NO (Overload Relay) NO.Tujuannya agar ketika OLR trip, maka lampu indikator trip akan ON.

Penjelasan keseluruhan wiring

Jika point-point penjelasan di atas baik dari line 1 sampai line 3 kita satukan, penjelasan prinsip kerja rangkaian ini akan jadi seperti ini.

Sumber 3 phase dari TP MCCB masuk menuju kontaktor K1 dan OLR, setelah itu kemudian masuk ke belitan motor 3 phase sebagaimana yang ditunjukan pada gambar.

Rangkaian daya pada K1 tidak akan terhubung sampai koil kontaktor K1 dialiri arus.

Untuk mengalirkan arus ke koil K1, dibutuhkan arus yang menuju koil A1 dan A2. Arus yang menuju koil ini diparalael dari phase R yang kemudian dialirkan melalui MCB dan masuk menuju kontak NC pada OLR. 

Setelah melalui kontak NC pada OLR, arus kemudian mengalir malalui kontak STOP PB yang beradala dalam posisi terhubung/close. Setelah dari tombol STOP PB, arus kemudian mengalir melalui tombol starat PB. 

Ketika tombol START PB ditekan, arus kemudian mengalir menuju koil kontaktor A1 sehingga kontaktor ON. Saat kontaktor ON, semua switch kontaktor berubah posisi, dari NO menjadi NC, baik kontak utama (RST) maupun kontak bantu (NO, NC). 

Itulah sebabnya, arus bisa mengalir melalui kontak NO K1 yang bertujuan untuk tetap memberikan arus menuju A1 (Rangkaian penahan). Saat tombol START PB di lepas, kontaktor tetap ON karena arus mengalir melalui kontak NO K1.

Lampu indikator START kemudian juga menyala karena selah mendapat supply power dari kontak NO K1.  

Saat terjadi beban lebih (Overload), OLR NO pada line 3 akan terbuka sehingga memutus aliran arus yang menuju tombol STOP PB sehingga rangkaian off.

Kira-kira seperti itulah prinsip kerja dari rangkaian di atas. Mohon maaf jika membingunkan ya, hehe.

Jika ada yang kurnag jelas, bisa komentar di bawah atau melalui link media sosial di atas ya.

Semoga bermanfaat!