kWh meter sering jeglek (trip)? Ini penyebabnya!
- Konslet (short/hubung singkat)
- Overload (beban lebih)
- Leakage current (Arus bocor)
- MCB sudah lemah
Konslet (Short/hubung singkat)
Baca juga : Cara memperbaiki lampu LED mati total
Saat konslet terjadi, maka akan terjadi aliran arus yang sangat besar pada rangkaian. Jika tanpa peralatan proteksi seperti MCB dan fuse, maka kondisi ini akan menyebabkan kabel penghantar terbakar yang mana hal itu akan sangat berbahaya.
Baca juga : Listrik di rumah spaning (redup), tapi kok tetangga enggak?
MCB pada kWh meter miliki 2 fungsi yakni sebagai pengaman saat terjadi konslet dan sebagai pembatas beban lebih.
Itulah sebabnya saat terjadi konslet, maka MCB pada kWh meter akan jeglek dan tidak akan bisa di-ON kan kembali sampai konslet tersebut telah diperbaiki.
Ciri khas bahwa instalasi listrik kita mengalami konslet adalah saat kita coba meng-ON kan MCB, maka MCB akan langsung kembali ke posisi OFF.
Konslet juga dikenal dengan istilah short circuit, hubung singkat, korslet, dll, yang intinya sama saja.
Selain terhubung langsung dengan jalur netral, konslet juga bisa disebabkan karena jalur line (phase) bersentuhan langsung dengan ground.
Baca juga : Apakah kW sama dengan kWh?
Overload (beban lebih)
Overload merupakan istilah bahasa inggris yang artinya beban lebih. Jika beban-beban listrik di rumah kita terlalu banyak sampai melebihi kapasitas daya terpasang pada kWh meter, maka kWh meter kita akan sering turun (jeglek).
Baca juga : Bagaimana sih listrik dihasilkan dan bisa sampai di rumah kita?
Sebagai contoh misalkan di rumah kita terpasang kWh meter dengan daya 450 VA. Sedangkan kita memiliki banyak sekali peralatan listrik yang berat-berat seperti mesin cuci, kulkas, rice coocker, bahkan AC. Penggunaan peralatan listrik dengan watt besar seperti ini tidak memungkinkan untuk kWh meter 450 VA karena batas arus maksimumnya hanya 2 Ampere.
Aktualnya mungkin bisa, akan tetapi kita tidak bisa menggunakan semua peralatan listrik tersebut secara bersamaan. Kita harus menyalakannya secara bergantian yang mana hal itu tentu saja membuat kita tidak nyaman.
Pada setiap MCB kWh meter, selalu terdapat keterangan yang akan menunjukan seberapa besar batasan arus yang bisa melewati MCB tersebut. Saat besaran arus yang melewati MCB sudah mencapai batasan arus yang telah ditetapkan, maka MCB pada kWh meter tersebut akan trip (turun).
Baca juga : Perbedaan listrik 1 phase dan 3 phase
Kondisi ini lah yang dinamakan dengan kekurangan daya. Solusinya ya harus tambah daya agar kapasitas daya pada kWh meter berada di atas daya total dari beban-beban listrik yang kita miliki di rumah.
Gambar di atas adalah MCB C32N (2 Ampere) 1 phase. Jika arus yang mengalir pada MCB ini sudah mencapai 2 Ampere, maka MCB ini aka Jeglek (trip).
Setiap kWh meter dengan daya yang berbeda memiliki batasan arus yang berbeda pula pada MCB nya. Contohnya sebagai berikut.
- kWh meter 450 VA : 2 Ampere
- kWh meter 900 VA : 4 Ampere
- kWh meter 1300 VA : 6 Ampere
- kWhh meter 2200 VA : 10 Ampere
- Dst
Leakage current (Arus Bocor)
Arus bocor juga menjadi salah 1 jenis gangguan kelistrikan yang sering membuat MCB kWh meter trip.
Baca juga : Apa itu arus bocor dan bagaimana cara mendeteksinya?
Saat terdapat arus bocor pada sistem instalasi, maka arus yang mengalir melalui MCB akan semakin besar dari waktu ke waktu. Saat arus yang mengalir telah mencapai batas MCB, maka MCB akan trip.
Contoh arus bocor yang sering terjadi adalah pada instalasi lampu dan pompa air. Terkadang kita mengalami kondisi di mana saat menyalakan pompa air, maka awalnya pompa air tersebut akan beroperasi normal tanpa masalah. Akan tetapi setelah beberapa saat, kWh meter kemudian trip. Saat coba dinyalakan ulang, pompa akan hidup normal, beberapa saat lagi kemudian trip lagi. Begitu terus berulang-ulang. Ini adalah salah 1 contoh kasus terjadinya arus bocor pada pompa air.
Pada beberapa kasus, arus bocor terkadang tidak sampai menyebabkan kWh meter trip karena arus yang mengalir tidak sampai batas maksimum MCB. Akan tetapi hal ini justru tidak bagus karena akan membuat kWh meter boros.
Gangguan arus bocor tidak hanya berefek buruk buat MCB tapi juga bagi keselamatan kita. Saat menyentuh body peralatan listrik yang terdapat arus bocor, maka kita akan kesetrum.
kWh meter digital (prabayar) saat ini biasanya sudah dilengkapi dengan proteksi terhadap arus bocor. Saat terdapat arus bocor pada instalasi, maka pada kWh meter akan muncul keterangan Cek / Periksa.
Baca juga : Cara reset kWh meter Periksa
MCB sudah lemah
Salah satu bagian pada MCB yang berfungsi untuk mendorong pelatuk ke posisi off saat terjadi beban lebih bernama Bimetal strip.
Bimetal strip bekerja berdasarkan arus yang mengalir pada plate bimetal tersebut. Semkain besar arus yang mengalir, maka bimetal strip akan semakin panas dan berubah posisi mendekati pelatuk ON-OFF pada MCB sehingga MCB trip ketika terjadi beban lebih.
Seiring waktu pemakian, bimetal strip terkadang menjadi semakin lemah dan sensitif sehingga semakin mudah panas dan berubah posisi yang mana menyebabkan MCB trip sebelum mencapai rating dari MCB tersebut.
Salah satu indikator MCB lemah adalah sering trip bahkan saat kita tidak banyak menyalakan beban-beban listrik di rumah kita.
Sebagai contoh misalkan kita menggunakan kWh meter 450 VA. Normalnya, kWh meter 450 VA masih bisa digunakan untuk menghidupkan 1 buah kulkas 1 pintu, mesin cuci 1 tabung manual, TV dan rice cooker.
Jika hanya dengan menyalakan rice cooker saja kWh meter sudah trip, maka bisa dipastikan MCB nya sudah lemah dan harus diganti.
Sekian artikel kali ini tentang penyebab kWh meter trip. Jika ada yang kurang jelas silahkan disampaikan pada kolom komentar di bawah. Jangan lupa bantu share ya artikelnya..
Terimakasih...